Senin, 21 Juli 2014

Nangkep Maling Alay Kasmaran

Dear Rangga,

Kali ini gue mau cerita soal fenomena baru di kampung gue.

Kampung gue ini emang sensasional, gak pernah mau ketinggalan heboh-heboh. Kalo jagat internasional dan nasional sibuk ama isu-isu dan pemberitaan luar biasa, kampung ini juga punya cerita sendiri yang gak kalah menarik.

Kebon Sayur selama ini dikenal sebagai kawasan aman, meski kampung tetangga waktu tahun 90an sempet dikenal sebagai daerah Bronx (karena narkoba), Kebon Sayur gak ikut-ikutan terkontaminasi. Soalnya warganya pada bertakwa dan memegang prinsip Amal Maruf Nahi Munkar.. (ciyeee).

Citra aman kampung ini mulai terusik ketika Jumat ,dini hari tanggal 19 Juli 2014, seorang penghuni kos berhasil menangkap basah maling yang mencoba mencuri laptop di salah satu kamar kos.
Supaya enak dibaca (meski gak perlu), gue coba ceritakan peristiwa ini dengan sistem kronologis..dimulai dari gue sendiri (terserah gue dong, blog kite ini!!).

Rabu, 28 Mei 2014

Pemilu dan Hati yang Pilu ...

Dear Rangga,

My bestfriend
My buddy
My forever susah-senang-tetap-gaya-dan-kece-bersama

Entah kenapa beberapa bulan ini gue lagi lesu-lesunya. Terbukti, saking lesunya berat badan gue nambah lagi, jerawat pun berdatangan kembali. Lesu gue seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang kian melambat, lemah gue setara dengan rupiah yang tak kuasa menahan laju nilai tukarnya.

Hidup gue terasa hampa, seperti rekening di tanggung bulan.
Isi kepala gue berjejalan, laksana cucian kotor yang numpuk berpekan-pekan.
Apapun yang gue lakukan , gue berasa kontribusi gue ini tidak signifikan. Ibarat cengkeh di kue nastar. Apalah artinya gue ?

Segala yang gue kerjakan molor dari tenggat, ibarat ketupat yang baru nongol di tahun baru. Salah waktu dan udah basi.

Gue tahu, ada yang salah dalam hidup gue belakangan ini. Tapi jelas, dari sisi tampang gue masih kece-kece aje. Jerawat boleh datang kembali, tapi pesona tetap gak ada yang bisa memungkiri.

Gue sedih, Mabs. Bukan lantaran gue terlalu lama menyendiri...ya itu juga sih, tapi gue sedih aja ngeliat keadaan negara ini saban Pemilu hadir kembali. Pemilu itu kan harusnya pesta rakyat ya, tapi kenyataannya setiap Pemilu yang ada kita malah saling sikut dan merasa paling benar sendiri. Pesta macam apa coba yang lebih kental nuansa kelahi ketimbang happy-happy ???

Hawa begini belom berasa waktu pemilu legislatif, tapi jelang Pemilihan Presiden...wuoooooo tiba-tiba sosok-sosok tertentu nongol lalu dipuji-puji. Padahal, sosok-sosok capres ini tadinya bahkan gak kebayang. Setidaknya di akhir tahun lalu.

Gue inget banget, Mabs. Sampai akhir tahun lalu..gue sendiri masih bertanya-tanya siapa jodoh gue ? Eh, salah fokus. Maaf.
Maksud gue, sampe akhir tahun lalu..gue belom bisa membayangkan siapa kiranya yang akan maju secara positif untuk jadi pemimpin negara kita. Beberapa orang udah ngiklan emang, bahkan Bapak gue jadi bintang iklannya...ampe bela-belain jadi tukang nasi goreng baek hati (yang belom dapat jatah naik haji, kaga kaya si tukang bubur).

Bisa lihat reviewnya -> Cerita Tukang Nasi Goreng Tampan *maaf yak promo Bokap biar beken*

Balik lagi ke masalah negara, beberapa orang yang saat itu baru didengung-dengungkan bakal maju nyapres rata-rata gue udah pernah berinteraksi langsung sama mereka.Terima kasih atas pekerjaan yang gue lakoni tentunya.

Selama berinteraksi sama mereka....ya gak kebayang aja kalo mereka mau jadi presiden kita. Kalo sekedar jadi Presiden BEM sih terserah deh ye...

Kamis, 24 April 2014

Anak SD dan Cita-Citanya

Membangun mimpi anak Indonesia: Daftar cita-cita siswa-siswi SD Paseban 01.

Dear Gusti dan para pembaca yang budiman,

Mohon maaf kalo sekian lama gue mengabaikan blog kita yang terlanjur membahana. Bukan karena gue ga cinta, tapi setelah gue balik ke Jakarta, banyak hal-hal baru yang harus gue sesuaikan.

Tapi biarlah suka duka penyesuian dengan hidup baru itu gue kisahkan di lain kesempatan. Kali ini, izinkan gue cerita sedikit soal pengalaman gue ngajar bocah-bocah SD yang rupanya hidupnya jauh lebih pelik dibanding zaman kita kecil dulu.

Hari ini, gue sama 11 orang relawan (tujuh pengajar dan empat videografer/fotografer) mengunjungi sebuah sekolah yang letaknya ga jauh dari RS Cipto Mangunkusumo. Ceritanya kami ingin berbagi inspirasi soal mimpi dan cita-cita ke siswa-siswi di sana dengan cara memaparkan dan ngajak mereka ngerasain kerjaan-kerjaan kita sehari-hari.

Berminggu-minggu gue udah mengalami tekanan batin. Seperti lu tau, sejak November lalu, gue berhenti jadi wartawan dan beralih profesi jadi analis di sebuah firma konsultasi yang sangat tenar – di kalangan karyawannya (yang kebetulan cuma sembilan orang). Nah gue yang minim pengalaman ngajar ini ga ngerti gimana caranya ngejelasin profesi gue ke bocah-bocah SD.

Rabu, 23 April 2014

Cinta Itu Rabun!

Dear Mabs,

Huoooooo tampaknya yang mesti gue sapa duluan itu sebenarnya para pembaca dan penggemar blog ini *ceritanya udah banyak fans, padahal mahhhhhh*.

Sudah berbulan-bulan kita tidak memperbaharui blog ini dengan cerita-cerita aneh bin ajaib seputar percintaan.

Mungkin hal pertama yang perlu diupdate disini adalah..admin blog sudah tidak terpisah di dua benua. Sekarang kita sudah satu benua, bahkan satu kelurahan dan satu rukun warga *ini serius lohhh*

Sayangnya, meski jarak semakin dekat, kita justru semakin sibuk. Sibuk nonton drama,sibuk karaoke, dan sibuk jalan-jalan *lohhh*. Sehingga, tanpa kita sadari..kita mulai abai pada blog yang menjadi tumpahan cerita hari-hari kita..*sadappp*

Yang perlu pembaca tahu lagi, Mabs tampaknya lau mesti cerita ke khalayak bahwa lau sekarang udah gak sendiri. Akhirnya ada wanita yang khilaf dan sudi menerima hati lau untuk mengisi waktu bersama *ciehhh*. Dan lau mesti tegesin itu bukan gue, sebelum banyak yang berimajinasi bahwa kita pasangan serasi...hadahhhhh.

Selasa, 24 September 2013

Kopi Darat

Dear All,

Setelah dituding-tuding sebagai pemalas oleh si Rangga karena gak update blog ini hampir sebulan lamanya. Gue memutuskan untuk menulis, kali ini soal admin kita yang selalu ngaku sebagai cowok paling kece dunia akherat.

Akhirnya doi balik dari Skotlandia, setelah bersusah payah ngumpulin ongkos dengan menjual 12 kilogram buku-buku koleksinya dan membuang 5 kilogram lemak di tubuhnya supaya ga over bagasi di pesawat.

Nyampe di Jakarta, itu bocah sombongnya ga ketulungan. Macam Haji Muhidin di Tukang Bubur Naek Haji, diminta ketemuan siang-siang gak mau. Takut kena panas ibu kota. "Jakarta panas banget, Mabs."
Sombong bener, ampe dibilang sama salah satu kawan , "Mabs, lau kulit udah sama itemnya ama aspal jalanan masih aja takut panas!"

Heran emang gue ama kelakuan tuh bocah, mending klo doi turunan vampir yang kena panas bakal mengkilap. Nah ini, gede di Bekasi yang panasnya hampir selevel ama panggangan nastar lebaran,masih aja belagak kaga kuat panas. Baru juga setaon tinggal di eropah. Kelakuan yang tidak Kelakian.

Akhirnya ketemu malam hari dengan beberapa kawan sekalian, pas naek motor saat pergeseran, kita sempet kena hujan dan kena angin kenceng. Ogut bilang ogut kedinginan, lalu dengan santainya doski jawab. "Buat gue segini masih panas Gus, kulit gue masih adaptasi." Tengilll abissss, padahal sejam kemudian ogut liat itu kulitnya yang hitam kelam udah biduran dan bisik-bisik ke kanan kiri buat nanya ada yang punya CTM apa gak,halah!!

Tapi biar begimanah doi temen sejati gue, kami itu teman setranskrip seperjuangan. Kredit hape bareng-bareng dan nyari diskonan buku dimane-mane.Gimana kisah awal ogut ketemu doski ? Lupa, emang kalo orang ga ganteng-ganteng banget ama otak gue udah otomatis kehapus.
Ini poto mimin blog :))) ancur yaaa


Gue pun ngeposting poto pertemuan kami di Path, berbagai tanggapan soal rupa si Rangga setelah setaon di eropah pun bedatangan. Mulai yang paling halus dari Mbak Ririn yang sibuk kejar Justin Bieber di Singapura.

"Lah itu Rangga, kok ga seganteng orang yang gue temui di Skotland dulu sih ?"

Sampe yang paling kasar, seorang temen yang sangat jujur. Kita sebut aja pake nama panggungnya yang doi pake tiap dangdutan di kelurahan, Uci Tsunami.

"Gus, itu sebelah lo siapa ? Sumpah jelek banget!" (Mabs lau bisa konfirmasi statement ini langsung ke Uci Tsunami)

Gue jawab ini macam gw poto sama teroris yak, dan Uci tetap berkekeuh. "Anjrit gue pikir lau ketemu ama ikhwan-ikhwan norak dari mana gitu."

Sama seperti komentator lainnya, yang berkomentar tanpa kata "Jebret" dan "Ahay", Uci Tsunami pun mengibaratkan gue dan Rangga sebagai pasangan."Elo berdua itu kaya pasangan Conjuring, cuman kalo Conjuring ngusir setan, kalian ngusir galau." Kamprettttt!!!

Mabs, agak berat emang ini citra yang melekat dan mengkaitkan ente dan ane menjadi pasangan. Secara bisa turun peluang ogut menjaring berondong-berondong muda yang butuh belaian perawan tanah abang. Hadahhhh... Semoga Tuhan segera memberikan kita pendamping yang kasat mata biar damai hidup ini.

Ps : Semoga postingan ini bisa mencabut kata-kata lau yang menuding gue sebagai pemalas *emosihhh jiwakkkkk*